30 PEREMPUAN DISABILITAS IKUTI PELATIHAN MINUMAN KEKINIAN

Rabu pagi (15/7) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Probolinggo terus berkomitmen meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Pembuatan Minuman Kekinian yang diikuti oleh 30 perempuan penyandang disabilitas yang tergabung dalam Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Probolinggo.

KOTA PROBOLINGGO – Rabu pagi (15/7) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Probolinggo terus berkomitmen meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Pembuatan Minuman Kekinian yang diikuti oleh 30 perempuan penyandang disabilitas yang tergabung dalam Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Probolinggo.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Probolinggo ini diawali dengan pembukaan di Aula BLK, kemudian dilanjutkan dengan praktik di Ruang Pelatihan Kue dan Minuman. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Sosial PPPA Kota Probolinggo, Retno Feby Hariyati, S.K.M., M.Kes., didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan serta Ketua Pokja II TP PKK Kota Probolinggo.

Dalam sambutannya, Retno Feby Hariyati menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan penyandang disabilitas tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga perlu dibarengi dengan peningkatan keterampilan yang mampu membuka peluang usaha. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan memiliki bekal untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki menjadi usaha produktif sehingga dapat meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan keluarga.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari instruktur yang berpengalaman dalam meracik berbagai jenis minuman kekinian yang memiliki nilai jual tinggi dan diminati masyarakat. Adapun menu yang dipraktikkan meliputi Matcha Berry Ice Blend, Avocado Espresso Blend, dan Banana Espresso Blend.

Tidak hanya mempelajari teknik pembuatan minuman, peserta juga dibekali berbagai pengetahuan pendukung, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik penyajian yang menarik, pengemasan produk, hingga cara melihat peluang usaha di tengah perkembangan tren minuman kekinian. Materi tersebut diharapkan mampu memberikan bekal yang komprehensif agar peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memahami langkah awal dalam membangun usaha secara mandiri.

Suasana pelatihan berlangsung penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik, mulai dari proses pengolahan bahan, teknik pencampuran, hingga penyajian produk yang menarik. Interaksi yang aktif antara peserta dan instruktur mencerminkan tingginya semangat belajar untuk menguasai keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha di masa mendatang.

Sebagai bentuk dukungan agar keterampilan yang diperoleh dapat segera dipraktikkan, setiap peserta menerima bantuan satu unit blender. Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi peserta untuk memulai usaha minuman dari rumah, sehingga ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi dapat berkembang menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Pelatihan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Probolinggo dalam mewujudkan pemberdayaan perempuan yang inklusif, khususnya bagi perempuan penyandang disabilitas. Melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, diharapkan semakin banyak perempuan disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas akses terhadap peluang ekonomi, serta membangun rasa percaya diri untuk berkarya dan mandiri.

Dinsos PPPA Kota Probolinggo meyakini bahwa setiap perempuan memiliki potensi untuk berkembang apabila diberikan kesempatan, keterampilan, dan dukungan yang tepat. Oleh karena itu, program pemberdayaan seperti ini akan terus didorong sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, berdaya, dan sejahtera, sekaligus membuka jalan bagi perempuan penyandang disabilitas untuk berkontribusi lebih besar dalam pembangunan ekonomi keluarga maupun masyarakat.

 

LINK TERKAIT