DARI PELATIHAN MENUJU KEMANDIRIAN, SARASEHAN PEKKA JADI RUANG EVALUASI DAN INSPIRASI PEREMPUAN KOTA PROBOLINGGO

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Kota Probolinggo menggelar Sarasehan Peserta Pelatihan bagi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Tahun Anggaran 2025 pada Rabu (25/2) di Puri Manggala Bhakti.

KOTA PROBOLINGGO — Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Kota Probolinggo menggelar Sarasehan Peserta Pelatihan bagi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Tahun Anggaran 2025 pada Rabu (25/2) di Puri Manggala Bhakti. Kegiatan ini diikuti oleh 72 peserta yang sebelumnya telah menerima berbagai pelatihan keterampilan.

Para peserta merupakan perempuan kepala keluarga yang telah mendapatkan pelatihan di bidang olahan makanan, handycraft, desain kemasan, serta menjahit sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi perempuan. Sarasehan ini diselenggarakan sebagai forum untuk menghimpun testimoni sekaligus melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap dampak pelatihan yang telah diberikan, khususnya dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi peserta.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama, serta laporan panitia yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Evie Hidayati. Acara kemudian dilanjutkan dengan arahan sekaligus penyampaian materi oleh Kepala Dinas Sosial PPPA Kota Probolinggo, Madihah, S.K.M., yang menekankan pentingnya penguatan organisasi serta advokasi hak-hak perempuan kepala keluarga sebagai upaya meningkatkan kemandirian dan perlindungan sosial.

Selain para peserta, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari unsur Tim Penggerak PKK serta perangkat daerah terkait guna memberikan penguatan materi dan masukan strategis dalam pengembangan program pemberdayaan perempuan ke depan.

Selanjutnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Probolinggo, Ir. Retno Fajar Winarti, menyampaikan materi mengenai pengembangan wirausaha dan jejaring usaha. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya membangun jaringan pemasaran serta menjaga keberlanjutan usaha agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar.


Materi berikutnya disampaikan oleh Pokja II Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo, Retno Yulianingrum, S.K.M., yang menjelaskan peran TP PKK dalam mendukung pemberdayaan dan kemandirian usaha bagi peserta pelatihan perempuan kepala keluarga melalui pembinaan dan pendampingan berkelanjutan.

Dalam sesi testimoni, peserta pelatihan menjahit, Ibu Aprilia dari Kelurahan Pilang, menyampaikan bahwa setelah mengikuti pelatihan dirinya mampu membuat pakaian sederhana, menerima jasa permak sesuai kebutuhan konsumen, memperbaiki resleting rusak, serta memperbaiki pakaian yang robek. Sementara itu, peserta pelatihan handycraft, Ibu Nur Hafidho dari Kelurahan Wonoasih, mengaku kini memperoleh tambahan penghasilan melalui pembuatan bros dan jepit rambut berbekal keterampilan menjahit yang dimiliki.


Testimoni juga disampaikan oleh peserta pelatihan desain kemasan produk, Ibu Titik dari Kelurahan Kanigaran. Ia mengungkapkan masih memproduksi olahan pisang, namun belum dapat menerapkan kemasan baru secara optimal karena terkendala biaya produksi yang relatif tinggi. Ia berharap adanya dukungan lanjutan dari Dinsos PPPA dan perangkat daerah terkait untuk membantu mengatasi kendala tersebut.

Sementara itu, peserta pelatihan olahan makanan, Ibu W. Puji Lestari dan Ibu Anik dari Kelurahan Sumber Taman dan Kanigaran, menyampaikan rasa syukur karena ilmu yang diperoleh tidak hanya dimanfaatkan untuk usaha pribadi, tetapi juga dibagikan kepada penyandang disabilitas di wilayahnya. Produk yang dihasilkan pun mendapat respons positif dari masyarakat dengan meningkatnya jumlah pembeli.

Dinsos PPPA Kota Probolinggo menyampaikan bahwa koordinasi dan pendampingan kepada peserta pelatihan Tahun Anggaran 2025 akan terus berlanjut guna membantu peserta yang masih menghadapi berbagai hambatan usaha. Pelaksanaan pelatihan pada tahun 2026 dan seterusnya akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran serta mengedepankan asas pemerataan, mengingat jumlah perempuan kepala keluarga di Kota Probolinggo mencapai 2.123 orang.

Melalui kegiatan sarasehan ini, Dinsos PPPA Kota Probolinggo berharap dapat memperoleh data dan masukan komprehensif sebagai dasar penyempurnaan program pemberdayaan perempuan. Upaya ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam memperkuat kemandirian ekonomi perempuan kepala keluarga di Kota Probolinggo agar semakin berdaya dan mandiri.

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT