DARI SEMINAR HINGGA DEKLARASI, HARI IBU JADI MOMENTUM PENGUATAN PEREMPUAN DI KOTA PROBOLINGGO

Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo menyelenggarakan Seminar Hari Ibu di Puri Manggala Bhakti, Rabu pagi(10/12).

PROBOLINGGO - Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo  menyelenggarakan Seminar Hari Ibu di Puri Manggala Bhakti, Rabu pagi(10/12). Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan penguatan peran perempuan dalam mewujudkan keluarga serta masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Probolinggo, Bapak Budiono Wirawan. Mewakili Wali Kota Probolinggo, beliau menyampaikan bahwa peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember merupakan bentuk penghargaan bangsa atas perjuangan dan pengabdian perempuan Indonesia. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

“Peringatan Hari Ibu bukan sekadar ungkapan terima kasih kepada sosok ibu, tetapi juga apresiasi atas peran, dedikasi, dan kontribusi seluruh perempuan,” ujarnya.


Seminar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo, Ibu dr. Evariani, M.MKes., yang mengangkat tema Perempuan Peduli Masyarakat Harmonis. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif perempuan dalam membangun lingkungan sosial yang sehat, inklusif, dan berkeadilan.


Selanjutnya, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo, Ibu Madihah, S.K.M. menyampaikan berbagai kebijakan dan program perlindungan perempuan dan anak. Ia menjelaskan bahwa seminar ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang peran perempuan dalam pembangunan, menumbuhkan komitmen bersama, serta memperkuat jejaring lintas sektor guna mewujudkan Kota Probolinggo yang Ramah Perempuan dan Layak Anak.


Rangkaian acara semakin menarik dengan sesi seminar interaktif bersama dua narasumber, yakni Dita Amalia dari Plato Foundation Surabaya dan Deddy Marquiz, seorang independent facilitative training consultant. Keduanya berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan komunitas, yang disambut antusias oleh para peserta.

Selain sesi seminar, kegiatan ini juga diramaikan dengan bazar produk UMKM sebagai wujud dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan. Para peserta turut memberikan kontribusi cinta berupa mainan dan buku edukasi anak yang akan disalurkan ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak serta Puspaga Amanah Kota Probolinggo.


Dalam acara ini juga dilaksanakan penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo. Deklarasi ini ditandatangani oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo, Ketua TP PKK, Forkopimda, organisasi perempuan, perangkat daerah terkait, hingga para camat se-Kota Probolinggo, sebagai bentuk komitmen kolektif untuk mewujudkan kota yang Ramah Perempuan dan Layak Anak serta bebas dari segala bentuk kekerasan.


Di awal acara, panitia juga menyiapkan Pohon Harapan untuk Perempuan dan Anak. Setiap peserta menuliskan doa dan harapan bagi perempuan dan anak di Kota Probolinggo pada sticky note warna-warni, lalu menempelkannya pada pohon harapan sebagai simbol optimisme dan kepedulian bersama.

Peserta seminar berasal dari perempuan pelaku komunitas dan organisasi masyarakat yang tergabung dalam Forum Puspa, perangkat daerah terkait, kader PKK, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, aktivis sosial dan influencer, serta masyarakat umum peserta program pemberdayaan perempuan.

LINK TERKAIT