
Rabu pagi (13/5), Dinas Sosial PPPA kembali menyelenggarakan case conference secara virtual melalui Zoom Meeting untuk meninjau penanganan lanjut usia (lansia) yang terlantar. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Dinas Kesehatan, PPKB, dan RSUD Dr. Moh. Saleh Probolinggo, sebagai upaya memastikan koordinasi lintas sektor dalam memberikan pelayanan terbaik bagi lansia.
KOTA
PROBOLINGGO - Rabu pagi (13/5), Dinas Sosial PPPA kembali menyelenggarakan case
conference secara virtual melalui Zoom Meeting untuk meninjau penanganan lanjut
usia (lansia) yang terlantar. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Dinas
Kesehatan, PPKB, dan RSUD Dr. Moh. Saleh Probolinggo, sebagai upaya memastikan
koordinasi lintas sektor dalam memberikan pelayanan terbaik bagi lansia.
Dalam
pertemuan ini, kondisi kesehatan lansia dibahas secara menyeluruh. Tim medis
melaporkan bahwa kondisi fisik lansia telah membaik, sehingga kini lansia sudah
memungkinkan untuk keluar dari rumah sakit dan melanjutkan perawatan jalan.
Karena lansia ini terlantar dan tidak memiliki tempat tinggal, lansia akan
ditempatkan sementara di SHELTER milik Dinas Sosial PPPA hingga menemukan
layanan rujukan yang sesuai. Tim juga menyarankan latihan jalan atau terapi
jalan agar lansia dapat lebih mandiri, serta memberikan gambaran perawatan
mandiri yang dapat dilakukan di penempatan sementara.
Selain
itu, tim membahas rencana rujukan ke Balai PMKS dan Sentra Terpadu untuk
langkah lanjutan. Rehabilitasi pasca medis dan dukungan psikologis juga menjadi
fokus, sebagai bagian dari pemulihan fisik dan mental secara menyeluruh.
Kesimpulan dari case conference menyatakan bahwa lansia dapat pulang dan
menjalani rawat jalan hari ini. Apabila ada kendala medis, rujukan kembali akan
segera diproses untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan lansia.
Melalui
kegiatan ini, Dinas Sosial PPPA menegaskan komitmennya untuk memberikan
pelayanan yang terkoordinasi, tepat, dan fokus pada pemulihan kesehatan serta
kemandirian lansia terlantar. Pendekatan yang sistematis dan kolaboratif ini
diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup lansia serta memberikan rasa aman
dan perhatian yang mereka butuhkan.