DINAS SOSIAL PPPA KOTA PROBOLINGGO RAIH NILAI IKM 90,22 PADA SEMESTER II 2025: BERKOMITMEN HADIR, BERGERAK, DAN BERDAMPAK MELALUI PELAYANAN PUBLIK INKLUSIF

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo merilis hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Periode Semester II Tahun 2025.

KOTA PROBOLINGGO– Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo merilis hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Periode Semester II Tahun 2025. Berdasarkan akumulasi pengolahan data terhadap para penerima manfaat, Dinsos PPPA sukses mempertahankan predikat mutu pelayanan dengan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 90,22, yang menempatkan instansi ini dalam Kategori A (Sangat Baik).


Secara metodologis, survei ini melibatkan 100 responden yang merepresentasikan keberagaman demografis masyarakat Kota Probolinggo, dengan proporsi gender seimbang yakni 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan. Kelompok usia produktif (30–49 tahun) mendominasi jalannya survei dengan total parsitipasi mencapai 50 persen. Dari aspek distribusi unit layanan, Pelayanan Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) mencatatkan volume interaksi tertinggi yang mencakup 37 persen dari total responden, disusul oleh Pelayanan Pengaduan ULTPK sebesar 15 persen.

Kepala Dinas Sosial PPPA Kota Probolinggo menegaskan bahwa capaian impresif ini merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh jajaran aparatur dalam mengejawantahkan slogan instansi, yaitu "Hadir, Bergerak, dan Berdampak" di tengah masyarakat.

"Capaian indeks 90,22 ini bukan merupakan garis akhir, melainkan pijakan serta bahan bakar utama bagi kami untuk terus berbenah. Kami menyampaikan apresiasi tertinggi kepada masyarakat yang telah memberikan penilaian secara objektif. Masukan ini sangat berharga untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin inklusif, responsif, dan profesional," ujarnya.

Berdasarkan analisis kesenjangan (gap analysis) terhadap 9 unsur pelayanan yang dinilai, komponen Kensesuaian/Kewajaran Biaya menempati posisi tertinggi dengan skor 3,960. Capaian mutlak ini mempertegas komitmen Dinsos PPPA dalam menyelenggarakan seluruh jenis layanan kepada masyarakat secara gratis atau tanpa memungut biaya sepeser pun (Rp 0,- / free of charge), sekaligus memastikan tata kelola birokrasi yang bersih dari praktik pungutan liar. Indikator keunggulan berikutnya disusul oleh Prosedur Pelayanan dengan nilai 3,820, serta Penanganan Pengaduan sebesar 3,590.

Kendati mengantongi predikat Sangat Baik secara akumulatif, Dinsos PPPA tetap melakukan pemetaan terhadap beberapa unsur pelayanan yang memerlukan akselerasi dan intervensi kebijakan pada tahun anggaran 2026. Tiga unsur dengan nilai terendah yang menjadi prioritas perbaikan jangka pendek meliputi:

1.    Sarana dan Prasarana (Skor 3,438)

2.    Kesesuaian Pelayanan (Skor 3,510)

3.    Kecepatan Pelayanan (Skor 3,520)

Guna menyikapi area evaluasi tersebut, Dinsos PPPA Kota Probolinggo telah menyusun Matriks Rencana Tindak Lanjut (RTL) komprehensif yang akan dieksekusi secara berkala sepanjang tahun 2026. Beberapa program prioritas yang akan segera diimplementasikan antara lain:

·  Revitalisasi Fasilitas Fisik: Melakukan perbaikan menyeluruh pada ruang tunggu pelayanan demi kenyamanan kelompok rentan, perempuan, dan anak, serta menambahkan bahan bacaan literasi publik yang representatif.

·      Reformasi Manajemen Publik: Melakukan penataan, perluasan, dan pembenahan tata ruang parkir bagi pengguna layanan.

·  Peningkatan Kapasitas SDM: Menyelenggarakan pelatihan berkala terkait service excellence dan kompetensi teknis bagi petugas lini depan (front office) agar selaras dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

·    Simplifikasi Birokrasi: Melakukan penyederhanaan alur bisnis pelayanan (streamlining workflows) untuk memotong rantai birokrasi dan meminimalkan durasi penyelesaian layanan.

Melihat visualisasi tren kinerja makro secara longitudinal sejak tahun 2020 hingga akhir tahun 2025, performa pelayanan publik Dinsos PPPA Kota Probolinggo terbukti menunjukkan resiliensi kelembagaan yang sangat kuat dan konsisten berada pada koridor mutu tertinggi. Melalui komitmen rencana tindak lanjut yang terukur ini, diharapkan mutu pelayanan bagi warga Kota Probolinggo dapat terus ditingkatkan demi terwujudnya kesejahteraan sosial yang merata dan berkeadilan. 

LINK TERKAIT