
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo terus mendorong penguatan kemandirian ekonomi perempuan melalui pendampingan pemasaran produk bagi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA). Sebagai langkah awal, Dinsos PPPA menggelar rapat koordinasi persiapan kegiatan pendampingan pemasaran produk, Kamis (24/9)
PROBOLINGGO
— Dinas Sosial, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Probolinggo terus mendorong
penguatan kemandirian ekonomi perempuan melalui pendampingan pemasaran produk
bagi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA). Sebagai langkah awal, Dinsos PPPA
menggelar rapat koordinasi persiapan kegiatan pendampingan pemasaran produk,
Kamis (24/9).
Rapat
yang berlangsung di Ruang Pertemuan Dermawan Dinsos PPPA Kota Probolinggo
tersebut dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti sekitar 20 peserta. Peserta
terdiri atas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial
Masyarakat (PSM) kelurahan, serta unsur Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinsos
PPPA Kota Probolinggo.
Rapat
dibuka oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinsos PPPA Kota Probolinggo, Evi Hidayati, S.Si., M.M. Dalam
pembahasan, peserta mematangkan mekanisme pelaksanaan pendampingan sekaligus
menyusun langkah pendataan dan verifikasi calon peserta dari masing-masing
wilayah.
Pendataan
menjadi bagian penting dalam persiapan kegiatan untuk memastikan calon peserta
yang diusulkan benar-benar sesuai dengan sasaran program. TKSK dan PSM diminta
melakukan identifikasi terhadap perempuan kepala keluarga yang memenuhi
kriteria, termasuk memiliki usaha maupun sedang merintis usaha.
Selain
aspek usaha, calon peserta yang akan mengikuti program juga diprioritaskan
berasal dari Desil 1–4. Peserta
juga harus memiliki dan mampu mengoperasikan telepon pintar berbasis Android, mengingat materi pendampingan
tidak hanya berfokus pada pemasaran secara konvensional, tetapi juga akan
berkaitan dengan digital marketing.
Kriteria
tersebut diharapkan dapat memastikan peserta memiliki kesiapan untuk mengikuti
proses pembelajaran dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana
memperluas pemasaran produk. Di samping itu, pendataan juga mencakup
identifikasi perempuan korban kekerasan yang telah memiliki usaha maupun yang
sedang merintis usaha.
Dalam
proses verifikasi, TKSK dan PSM juga akan menggali kondisi serta kebutuhan
calon peserta. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data yang diperoleh
akurat, sekaligus menghindari adanya data ganda, data yang tidak sesuai
kriteria, maupun calon peserta yang sudah tidak memenuhi persyaratan.
Melalui
rakor tersebut, Dinsos PPPA Kota Probolinggo menargetkan tersusunnya daftar
calon peserta yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan program. Data yang
telah diverifikasi selanjutnya menjadi dasar dalam pelaksanaan pendampingan
pemasaran produk bagi PEKKA.
Program
pendampingan ini diharapkan tidak hanya membantu peserta dalam meningkatkan
kemampuan memasarkan produk, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan teknologi
digital untuk mengembangkan usaha. Dengan demikian, perempuan kepala keluarga
diharapkan semakin memiliki kemampuan dan kepercayaan diri dalam mengembangkan
usaha serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarganya.
Kegiatan rapat koordinasi berlangsung dengan lancar dan menjadi bagian dari upaya Dinsos PPPA Kota Probolinggo dalam memperkuat pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas, akses pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital.