
Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Festival Budaya Inklusi Kota Probolinggo.
Bunda Inklusi dr. Evariani dan Kepala Dinas Sosial PPPA menemani peserta lomba menyanyi
PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo terus
memperkuat komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif serta memberikan
kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang
disabilitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Festival Budaya Inklusi Kota Probolinggo yang digelar di Halaman
Kantor Wali Kota Probolinggo, Minggu (16/8).
Kegiatan
yang dimotori oleh Dinas Sosial,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Probolinggo
tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Festival ini menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan
potensi, bakat, kreativitas, serta hasil karya mereka.
Festival
Budaya Inklusi diikuti oleh berbagai komunitas dan organisasi penyandang disabilitas
di Kota Probolinggo. Di antaranya Kelompok Difabel Kelurahan (KDK), Forum
Disabilitas, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Persatuan Tuna Netra
Indonesia (Pertuni), Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia
(Gerkatin), Yayasan Ananda Mutiara Indonesia (Y-AMI), Difabel Motorbike
Indonesia (DMI), National Paralympic Committee (NPC) Probolinggo, Persatuan
Disabilitas Probolinggo, Paguyuban UMKM Disabilitas Kota Probolinggo, serta
Paguyuban Disabilitas Mandiri.
Kepala
Dinsos PPPA Kota Probolinggo Dr. Siti
Romlah, S.Si., M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut
dilatarbelakangi keinginan untuk memberikan ruang yang sama bagi penyandang
disabilitas, karena mereka memiliki hak dan kesempatan yang setara untuk
berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Oleh karena itu kita juga ingin mereka mengambil bagian dengan penuh rasa
bahagia dan bangga untuk mengambil peranan yang sama. Kami ingin
memberikan ruang kepada seluruh komunitas disabilitas untuk mengembangkan
kapasitas, kepercayaan diri, kreativitas, sekaligus memberikan apresiasi
terhadap potensi yang mereka miliki,”
jelas Siti Romlah.
Salah
satu rangkaian yang menjadi perhatian dalam festival tersebut adalah Lomba Pentas Minat dan Bakat bagi Penyandang
Disabilitas. Sebanyak 26 peserta
mengikuti perlombaan dengan menampilkan beragam kemampuan, mulai dari fashion show, menari, menyanyi hingga
memainkan alat musik.
Penampilan
para peserta berlangsung meriah dan mendapatkan antusiasme dari tamu serta
masyarakat yang hadir. Berbagai penampilan tersebut menjadi bukti bahwa
penyandang disabilitas memiliki potensi dan kreativitas yang layak mendapatkan
ruang untuk tampil, berkembang, dan diapresiasi.
Sebagai
bentuk penghargaan atas penampilan peserta, panitia memberikan hadiah uang
tunai kepada lima pemenang. Juara 1
memperoleh Rp1.000.000, juara 2 Rp750.000, juara 3 Rp500.000, juara 4
Rp400.000, dan juara 5 Rp300.000.
Adapun
Juara 1 Lomba Pentas Minat dan Bakat
diraih oleh Band Melati dari Pertuni melalui penampilan musik yang
berhasil memukau dan mendapatkan apresiasi dari para penonton.
Tidak
hanya menjadi ruang untuk menampilkan bakat, Festival Budaya Inklusi juga
memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk memperkenalkan hasil
karya dan produk usaha melalui Bazar
UMKM Penyandang Disabilitas. Beragam produk yang dihasilkan pelaku UMKM
disabilitas diperkenalkan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mendorong
kemandirian ekonomi, memperluas akses pasar, sekaligus meningkatkan kepercayaan
masyarakat terhadap kualitas produk yang dihasilkan.
Kegiatan
juga dilengkapi dengan pemeriksaan
kesehatan gratis bagi penyandang disabilitas. Kehadiran layanan tersebut
semakin memperkuat pesan bahwa inklusi tidak hanya diwujudkan melalui ruang
berekspresi dan berkarya, tetapi juga melalui perhatian terhadap pemenuhan
kebutuhan dan hak penyandang disabilitas.
Festival
Budaya Inklusi menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Probolinggo untuk
menciptakan lingkungan yang inklusif, memberikan kesempatan yang setara, serta
mendorong peningkatan kapasitas, kemandirian, kreativitas, dan partisipasi
penyandang disabilitas dalam pembangunan.
Selain
itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kemandirian dan
pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas melalui pengenalan dan pemasaran
produk UMKM, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya
kesetaraan, penghormatan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Dengan
mengusung semangat “Bersama, Berkarya,
Setara dan Maju”, Festival Budaya Inklusi diharapkan menjadi bagian dari
langkah bersama dalam mewujudkan Kota Probolinggo yang maju, inklusif, dan
berkeadilan bagi semua.
Sementara
itu, Wali Kota Probolinggo dr. H.
Aminuddin, Sp.OG.(K)., M.Kes. menyampaikan apresiasi atas
terselenggaranya Festival Budaya Inklusi. Menurutnya, kegiatan tersebut
merupakan wujud nyata semangat kebersamaan untuk membangun Kota Probolinggo
yang inklusif, ramah, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh
masyarakat.
“Teman-teman disabilitas juga memiliki peranan aktif dengan mengadakan
suatu kegiatan semacam ini, sebagai bentuk upaya peningkatan kapasitas dan
pengembangan potensi penyandang disabilitas di Kota Probolinggo. Sangat luar
biasa. Melalui kegiatan ini kita ingin membuka ruang yang seluas-luasnya bagi
penyandang disabilitas untuk berekspresi dan berkarya,” ungkapnya.
Wali
Kota juga mengajak seluruh masyarakat untuk membeli dan menggunakan produk
karya penyandang disabilitas sebagai bentuk nyata dukungan terhadap
pemberdayaan ekonomi yang inklusif. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus
membangun budaya saling menghargai, peduli, serta memberikan kesempatan yang
sama kepada setiap warga.
“Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen untuk terus mendorong pemenuhan
hak, pemberdayaan, peningkatan kapasitas serta kemandirian penyandang disabilitas
di berbagai sektor bidang kehidupan,” imbuhnya.
Melalui
Festival Budaya Inklusi, Pemerintah Kota Probolinggo menegaskan bahwa
keberagaman bukanlah hambatan, melainkan kekuatan untuk membangun masyarakat
yang lebih peduli, setara, berdaya, dan inklusif. Setiap bakat memiliki ruang
untuk tampil, setiap karya layak diapresiasi, dan setiap warga memiliki
kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan.
Turut
hadir dalam kegiatan tersebut Bunda
Inklusi dr. Evariani Aminuddin, Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Budiono
Wirawan beserta Ketua DWP, para Asisten dan Staf Ahli, kepala perangkat daerah, camat, serta lurah
se-Kota Probolinggo.