
Jumat (6/2), PUSPAGA Amanah Kota Probolinggo, yang berada di bawah naungan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Probolinggo, melaksanakan Skrining Kesehatan sebagai bagian dari penunjang inovasi Jebol Tesa ABK Care.
PROBOLINGGO - Jumat (6/2), PUSPAGA
Amanah Kota Probolinggo, yang berada di bawah naungan Dinas Sosial,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Probolinggo,
melaksanakan Skrining Kesehatan sebagai bagian dari penunjang inovasi Jebol
Tesa ABK Care. Kegiatan ini dipimpin oleh dr. Ike Yuliana, M.Kes dan didampingi
oleh Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pengarustamaan Hak Anak Ibu Mirna
Susanti, S.E., M.M.
Inovasi Jebol Tesa ABK Care sendiri ditujukan bagi klien terapi yang telah menunjukkan perkembangan signifikan selama mengikuti program terapi di Puspaga, sehingga dianggap siap untuk dilakukan terminasi terapi. Skrining kesehatan ini dihadiri oleh 6 klien ABK, masing-masing didampingi oleh orang tua atau wali, sebagai bentuk pendampingan dan keterlibatan keluarga dalam proses pemantauan perkembangan anak.
Kegiatan diawali dengan pemeriksaan
kesehatan menyeluruh terhadap klien ABK, diikuti dengan sesi edukasi bagi orang
tua dan wali. Dalam sesi edukasi ini, tenaga kesehatan memberikan informasi
mengenai kondisi anak, langkah-langkah yang dapat mendukung perkembangan anak,
serta hal-hal yang perlu diperhatikan agar anak tetap mengalami kemajuan
meskipun sudah tidak menjalani terapi di Puspaga.
Tidak hanya terbatas di Puspaga, tim juga melakukan penjangkauan bagi klien ABK yang mengalami kesulitan untuk datang langsung, sehingga mereka tetap bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari dr. Ike Yuliana, M.Kes. Langkah ini menunjukkan komitmen Puspaga dalam memastikan setiap anak memperoleh pelayanan kesehatan yang merata dan inklusif.
Pelaksanaan skrining kesehatan ini memiliki harapan yang lebih luas. Selain memastikan kondisi kesehatan fisik dan kebutuhan khusus setiap anak dapat teridentifikasi sejak dini, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam memahami karakteristik, potensi, dan kebutuhan kesehatan individu klien ABK. Hasil skrining nantinya menjadi dasar dalam menentukan bentuk pendampingan, intervensi, maupun rujukan yang tepat bagi masing-masing anak.
Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua dan keluarga akan pentingnya pemantauan kesehatan secara berkelanjutan, serta memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, dan lembaga pendamping. Semua upaya ini ditujukan untuk mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus secara optimal, holistik, dan bermakna.
Dengan pelaksanaan skrining
kesehatan ini, PUSPAGA Amanah Kota Probolinggo menegaskan komitmennya dalam
menghadirkan layanan yang tidak hanya fokus pada terapi, tetapi juga memberikan
perhatian menyeluruh terhadap kesehatan, potensi, dan kesejahteraan anak,
sehingga setiap langkah intervensi dan pendampingan dapat lebih tepat sasaran.