
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo menggelar Rapat Koordinasi bersama Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH) Kota Probolinggo sebagai upaya memperkuat sinergi dan menyamakan persepsi dalam penyelenggaraan pelayanan kesejahteraan sosial kepada masyarakat.
KOTA PROBOLINGGO – Kamis pagi (2/7), Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo menggelar Rapat Koordinasi bersama Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH) Kota Probolinggo sebagai upaya memperkuat sinergi dan menyamakan persepsi dalam penyelenggaraan pelayanan kesejahteraan sosial kepada masyarakat. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinsos PPPA Kota Probolinggo, Dr. Siti Romlah, S.Si., M.Pd., didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan Sosial, Bagus Prasetyo, serta Ketua PKH Kota Probolinggo, Rudi Dewang.
Dalam
sambutannya, Kepala Dinsos PPPA menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi
momentum awal untuk menjalin silaturahmi sekaligus mempererat kolaborasi dengan
seluruh SDM PKH sejak dirinya mulai menjabat sebagai Kepala Dinas pada 9 Juni
2026. Meskipun secara struktural SDM PKH berada di bawah pembinaan Kementerian
Sosial Republik Indonesia, menurutnya seluruh unsur yang bergerak di bidang
kesejahteraan sosial di Kota Probolinggo harus memiliki tujuan yang sama, yakni
memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
"Kita mungkin berasal dari
instansi yang berbeda, tetapi tujuan kita satu, yaitu melayani masyarakat. Mari
kita bangun komunikasi yang baik, saling mendukung, dan bekerja sebagai satu
tim untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo," ujar Dr. Siti Romlah.
Pada
kesempatan tersebut, Kepala Dinsos PPPA juga memaparkan Profil Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kota Probolinggo
Tahun 2025 sebagai dasar penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program
sosial. Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah penduduk yang masuk kategori
fakir miskin di Kota Probolinggo mencapai 114.664 jiwa. Angka tersebut menunjukkan bahwa hampir separuh
penduduk Kota Probolinggo masih memerlukan perhatian melalui berbagai program
perlindungan dan pemberdayaan sosial.
Beliau
menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab
bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk SDM PKH, untuk terus bersinergi
dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan melalui pendampingan yang
berkualitas, intervensi yang tepat sasaran, serta pelayanan yang humanis kepada
masyarakat.
Selain
membahas kondisi kesejahteraan sosial di Kota Probolinggo, rapat juga diisi
dengan pemaparan dari Kepala Bidang Rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan
Sosial, Bagus Prasetyo, mengenai
rencana implementasi digitalisasi
pelayanan bantuan sosial di Kota Probolinggo. Transformasi digital
tersebut diharapkan mampu meningkatkan akurasi data, mempercepat proses
pelayanan, serta menghadirkan sistem penyaluran bantuan sosial yang lebih
transparan, efektif, dan akuntabel.
Melalui
rapat koordinasi ini, Dinsos PPPA Kota Probolinggo berharap terjalin komitmen
bersama antara pemerintah daerah dan SDM PKH untuk terus memperkuat kolaborasi
dalam mendukung program-program kesejahteraan sosial, sehingga pelayanan kepada
masyarakat dapat semakin optimal dan upaya pengentasan kemiskinan di Kota
Probolinggo dapat berjalan lebih efektif.