
Jumat pagi (19/6), Kota Probolinggo menerima kunjungan Tim Penilai Kinerja Pencegahan Perkawinan Anak (PPA Awards) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 dalam rangka verifikasi lapangan sebagai tahapan lanjutan penilaian PPA Awards. Kegiatan ini dilaksanakan setelah Kota Probolinggo berhasil masuk nominasi enam besar kabupaten/kota terbaik di Jawa Timur dalam ajang tersebut.
KOTA
PROBOLINGGO – Jumat pagi (19/6), Kota Probolinggo menerima kunjungan Tim Penilai Kinerja
Pencegahan Perkawinan Anak (PPA Awards) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 dalam
rangka verifikasi lapangan sebagai tahapan lanjutan penilaian PPA Awards.
Kegiatan ini dilaksanakan setelah Kota Probolinggo berhasil masuk nominasi enam
besar kabupaten/kota terbaik di Jawa Timur dalam ajang tersebut.
Tim
penilai yang terdiri dari unsur Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak
dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, UNICEF, Universitas Airlangga,
dan Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur diterima langsung oleh Wali Kota
Probolinggo, Dokter Aminuddin, didampingi Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi
Lestari, Ketua TP PKK Kota Probolinggo, jajaran perangkat daerah terkait, Ketua
Pengadilan Agama Kota Probolinggo, serta perwakilan Kementerian Agama Kota
Probolinggo di Kantor Pemerintah Kota Probolinggo.
Verifikasi
lapangan ini merupakan bagian dari penilaian tahap II untuk memastikan
kesesuaian antara paparan kinerja yang telah disampaikan sebelumnya dengan
implementasi program di lapangan. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota
Probolinggo memaparkan berbagai kebijakan, inovasi, dan kolaborasi lintas
sektor dalam upaya pencegahan perkawinan anak, termasuk penguatan ketahanan
keluarga, edukasi kepada masyarakat, perlindungan anak, hingga pendampingan
terhadap anak dan keluarga yang berisiko.
Rangkaian
kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Pusat Pembelajaran Keluarga
(PUSPAGA) Amanah Kota Probolinggo sebagai salah satu lokus verifikasi lapangan.
Tim penilai meninjau secara langsung pelaksanaan layanan PUSPAGA yang
memberikan layanan konsultasi keluarga, pendampingan psikologis, edukasi
pengasuhan, serta berbagai program penguatan peran keluarga sebagai upaya
preventif dalam mencegah terjadinya perkawinan anak.
Melalui
kunjungan ini, tim penilai juga melakukan pendalaman terhadap berbagai inovasi
yang telah dijalankan Pemerintah Kota Probolinggo, termasuk sinergi antara
pemerintah daerah, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, TP PKK, lembaga
pendidikan, organisasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya
dalam membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan.
Keberhasilan Kota Probolinggo masuk dalam enam besar nominator PPA Awards Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat upaya pencegahan perkawinan anak melalui kolaborasi lintas sektor. Diharapkan, berbagai inovasi dan praktik baik yang telah dilaksanakan dapat terus dikembangkan guna mewujudkan lingkungan yang aman, ramah anak, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal menuju generasi yang berkualitas.