
Kegiatan Penguatan TP PKK dalam Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) Kota Probolinggo Tahun 2026 yang digelar di ruang pertemuan Bakesbangpol, Selasa (21/4).
PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan kesetaraan gender melalui penguatan peran Tim Penggerak PKK sebagai mitra strategis pemerintah di tengah masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Penguatan TP PKK dalam Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) Kota Probolinggo Tahun 2026 yang digelar di ruang pertemuan Bakesbangpol, Selasa (21/4).
Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani, jajaran pengurus TP PKK kota, ketua TP PKK kecamatan, hingga ketua TP PKK kelurahan se-Kota Probolinggo. Sebanyak 48 peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan implementasi kesetaraan gender di lingkungan masyarakat.
Dalam sambutannya, dr. Evariani menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai pendidik utama dalam keluarga. Menurutnya, nilai-nilai kesetaraan gender perlu ditanamkan sejak dini melalui pola asuh yang saling menghargai antara ayah dan ibu.
Ia
menyampaikan bahwa kesetaraan gender bukan berarti menyamakan seluruh peran
laki-laki dan perempuan, melainkan membangun kemitraan yang harmonis dan saling
mendukung dalam kehidupan sehari-hari.
“Perempuan
hari ini harus menjadi Kartini modern yang tidak hanya kuat secara emosional,
tetapi juga mampu berpikir mandiri dan memberi dampak nyata. Dari keluarga,
kita tanamkan nilai kesetaraan itu sejak dini,” ujarnya.
Lebih
lanjut, Evariani menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam
membentuk pola pikir anak tentang pentingnya saling menghargai, keadilan, dan
kerja sama. Oleh karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting dalam
menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan setara.
Sementara
itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Sosial PPPA Kota Probolinggo,
Evi Hidayati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda
strategis Pemerintah Kota Probolinggo dalam memperkuat implementasi
pengarusutamaan gender di berbagai sektor pembangunan.
Menurutnya,
TP PKK memiliki posisi yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan
masyarakat hingga tingkat keluarga. Dengan penguatan kapasitas kader,
diharapkan perspektif gender dapat terintegrasi dalam setiap program dan
kegiatan di lingkungan masyarakat.
“Kami ingin memperkuat peran serta dan pemahaman para kader sebagai penggerak komunitas agar mampu mengimplementasikan kebijakan yang inklusif dan responsif gender,” jelasnya.
Selain penyampaian materi dari Ibu Sutiah sebagai Fasilitator PUG Provinsi Jawa Timur, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi dan berbagi pengalaman antar kader PKK mengenai tantangan dan strategi penerapan kesetaraan gender di lingkungan masing-masing. Para peserta tampak aktif mengikuti sesi diskusi yang membahas pentingnya pola asuh setara, pemberdayaan perempuan, hingga penguatan peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang harmonis.
Melalui
kegiatan ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap terbangun sinergi yang
semakin kuat antara pemerintah daerah dan TP PKK dalam mendukung pembangunan
yang inklusif dan berkeadilan gender. Tidak hanya memahami konsep secara
teoritis, para kader juga diharapkan mampu menjadi teladan dan penggerak
perubahan di lingkungan sekitarnya.
Dengan
semangat kolaborasi dan pemberdayaan perempuan, penguatan TP PKK dalam
penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender Tahun 2026 diharapkan mampu melahirkan
keluarga-keluarga yang harmonis, sejahtera, dan setara di Kota Probolinggo.