PERKUAT PERAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN, DINSOS PPPA KOTA PROBOLINGGO DORONG PEMBENTUKAN ASOSIASI LPMK

Upaya memperkuat peran lembaga kemasyarakatan dalam pembangunan di tingkat kelurahan terus dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo. Salah satunya melalui Rapat Sosialisasi dan Pembentukan Asosiasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kota Probolinggo yang digelar di Aula Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo, Jumat (18/9).


KOTA PROBOLINGGO – Upaya memperkuat peran lembaga kemasyarakatan dalam pembangunan di tingkat kelurahan terus dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo. Salah satunya melalui Rapat Sosialisasi dan Pembentukan Asosiasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kota Probolinggo yang digelar di Aula Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo, Jumat (18/9).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah dengan perwakilan LPM se-Kota Probolinggo. Hadir dalam kegiatan tersebut Intel Kejaksaan Kota Probolinggo, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Probolinggo, Kepala Dinsos PPPA Kota Probolinggo, serta para perwakilan LPM.

Rapat menjadi momentum untuk membangun kesamaan persepsi sekaligus membahas langkah pembentukan wadah bersama bagi LPMK di Kota Probolinggo. Forum tersebut juga diharapkan mampu memperkuat komunikasi dan koordinasi antarlembaga dalam menjalankan peran pemberdayaan masyarakat.

Dalam pembahasan, penguatan kelembagaan menjadi salah satu perhatian utama. Asosiasi diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi dan pertukaran informasi, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas LPMK dalam menjalankan fungsi kemasyarakatan di wilayah masing-masing.

Keberadaan LPMK memiliki posisi strategis sebagai salah satu unsur yang mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Melalui sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan lembaga kemasyarakatan, berbagai potensi serta aspirasi masyarakat di tingkat kelurahan dapat lebih terakomodasi.

Suasana rapat berlangsung interaktif. Peserta turut menyampaikan pandangan, masukan, dan gagasan terkait penguatan kelembagaan serta mekanisme kerja asosiasi yang akan dibentuk.

Pembentukan asosiasi ini diharapkan tidak berhenti pada terbentuknya sebuah wadah kelembagaan, tetapi mampu menjadi ruang kolaborasi yang aktif dan produktif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

Melalui koordinasi yang semakin kuat, LPMK diharapkan dapat mengambil peran lebih optimal dalam membangun masyarakat yang partisipatif, mandiri, dan sejahtera, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan Kota Probolinggo yang inklusif dan berkelanjutan.

Kolaborasi Kota Probolinggo Lebih Maju.

 

LINK TERKAIT