
Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Amanah terus memperkuat layanan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat terkait permohonan dispensasi nikah selama tahun 2026. Berdasarkan data yang dihimpun hingga April 2026, tercatat sebanyak 14 anak mengajukan dispensasi menikah dini.
KOTA PROBOLINGGO – Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Amanah terus
memperkuat layanan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat terkait
permohonan dispensasi nikah selama tahun 2026. Berdasarkan data yang dihimpun
hingga April 2026, tercatat sebanyak 14 anak mengajukan dispensasi menikah
dini.
Dari
total tersebut, mayoritas pengajuan disebabkan oleh faktor kehamilan, yakni
sebanyak 7 kasus, sementara 3 kasus diajukan atas kemauan sendiri. Jumlah
pasangan calon pengantin (catin) yang mengajukan dispensasi tercatat sebanyak
10 pasangan.
Berdasarkan
jenis kelamin, permohonan dispensasi menikah didominasi oleh anak perempuan
sebanyak 10 orang, sedangkan anak laki-laki sebanyak 4 orang. Sementara
berdasarkan usia, pengajuan terbanyak berada pada usia 16 dan 17 tahun,
masing-masing sebanyak 5 anak. Selain itu, terdapat 2 anak usia 18 tahun dan 2
anak usia 19 tahun yang juga tercatat dalam permohonan dispensasi nikah.
Dilihat
dari wilayah kecamatan, kasus dispensasi nikah paling banyak berasal dari
Kecamatan Kedopok dan Kademangan dengan masing-masing 4 kasus. Disusul wilayah
lainnya sebanyak 3 kasus, serta Kecamatan Mayangan, Kanigaran, dan Wonoasih.
Melalui
layanan PUSPAGA, masyarakat tidak hanya mendapatkan pendampingan administrasi,
tetapi juga layanan konsultasi keluarga, edukasi pengasuhan, serta penguatan
kesiapan mental dan sosial bagi anak maupun orang tua. Upaya ini dilakukan
sebagai bentuk perlindungan terhadap hak anak dan pencegahan risiko yang dapat
muncul akibat pernikahan usia dini.
Dinas
Sosial PPPA mengajak seluruh masyarakat untuk bersama meningkatkan pengawasan,
komunikasi keluarga, serta edukasi kepada anak dan remaja agar dapat
merencanakan masa depan dengan lebih baik.
“Pernikahan
bukan hanya tentang kesiapan usia, tetapi juga kesiapan mental, pendidikan, dan
masa depan anak,” menjadi salah satu pesan penting dalam penguatan layanan
PUSPAGA selama tahun 2026.