WALI KOTA PROBOLINGGO IKUTI PAPARAN TAHAP II PENILAIAN PPA AWARDS 2026

Wali Kota Probolinggo mengikuti Tahap II Penilaian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Awards Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (8/6).


PROBOLINGGO – Wali Kota Probolinggo mengikuti Tahap II Penilaian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Awards Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (8/6).

Tahap II merupakan sesi paparan kepala daerah yang menjadi bagian dari rangkaian penilaian PPA Awards sebelum memasuki Tahap III berupa verifikasi lapangan bagi kabupaten/kota yang dinyatakan lolos oleh tim penilai.

Dalam paparannya, Wali Kota Probolinggo menyampaikan berbagai kebijakan, strategi, inovasi, serta capaian yang telah dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo dalam upaya mewujudkan perlindungan perempuan dan anak yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kebijakan yang terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah, peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak, pemenuhan hak anak, serta kolaborasi lintas sektor dalam menangani berbagai isu strategis, khususnya pencegahan perkawinan anak.

Selain itu, dipaparkan pula pelaksanaan Strategi Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak Tahun 2025–2029 melalui berbagai program, mulai dari akselerasi wajib belajar, penguatan layanan kesehatan, edukasi remaja, hingga pengembangan sistem rujukan komprehensif bagi anak dan keluarga.

Berbagai capaian pembangunan yang mendukung perlindungan perempuan dan anak turut menjadi bagian dari materi paparan. Kota Probolinggo mencatatkan Indeks Perlindungan Anak (IPA) sebesar 75,73, melampaui capaian nasional maupun Provinsi Jawa Timur. Selain itu, prevalensi stunting juga menunjukkan tren penurunan dari 9,88 persen pada tahun 2024 menjadi 9,56 persen pada tahun 2025.

Pemerintah Kota Probolinggo juga mempresentasikan sejumlah inovasi unggulan, di antaranya AMIN SIGAPP (Asesmen Psikologis dan Konseling Sinergi Cegah Perkawinan Anak dan Pemberdayaan Perempuan) yang berkontribusi terhadap penurunan pengajuan dispensasi nikah hingga 57,4 persen dan penurunan rekomendasi dispensasi nikah sebesar 65,38 persen.

Sementara itu, inovasi JEBOL CINTA (Layanan Jemput Bola Tracing Anak Putus Sekolah) berhasil membantu anak tidak sekolah untuk kembali memperoleh hak pendidikannya. Pada tahun 2025, seluruh anak sasaran yang terdata berhasil kembali melanjutkan pendidikan dengan capaian 100 persen.

Melalui paparan ini, Pemerintah Kota Probolinggo menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan perlindungan yang lebih optimal bagi perempuan dan anak melalui berbagai program, layanan, dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Hasil Tahap II ini selanjutnya akan menjadi salah satu penentu kelolosan Kota Probolinggo menuju Tahap III, yaitu verifikasi lapangan oleh tim penilai PPA Awards Provinsi Jawa Timur. Pemerintah Kota Probolinggo optimistis berbagai upaya yang telah dilakukan dapat menjadi modal kuat untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan perempuan yang berdaya, anak yang terlindungi, serta keluarga yang berkualitas menuju Generasi Emas 2045.

 

LINK TERKAIT